Friday, October 19, 2012

Orang Wahabi Ini Tidak Mau Naik Mobil Karena Bidah

Pesantren API - Foto di atas adalah penampakan seorang wahabi di Kota Paris, Perancis yang sedang mengendarai keledai di tengah padatnya lalu lintas mobil di sekitarnya, (31/04/2016) pagi, ketika menuju tempat kerja.

Alasan yang digunakan agar nyaman mengendarai keledai adalah untuk menjaga kemurnian akidahnya dari tindakan menyerupai orang kafir. Kata lelaki bernama Wahab Asani Khan itu, menumpang mobil tidak ada di zaman Rasulullah. Karena itulah, ia menganggapnya bid'ah.

Jika mobil yang menciptakan adalah orang kafir, maka mobil identik dengan orang kafir sehingga menumpang produk orang kafir adalah tasyabbuh bil kuffar, yang artinya sama dengan mereka, kafir juga.

Orang Wahabi Ini Tidak Mau Naik Mobil Karena Bidah - Pesantren API
Orang Wahabi Ini Tidak Mau Naik Mobil Karena Bidah - Pesantren API


Orang Wahabi Ini Tidak Mau Naik Mobil Karena Bidah

Ia memilih menunggang keledai karena hal itu adalah syariat yang dilakukan di masa Nabi Muhammad SAW masih hidup. Sayangnya, ia masih menggunakan sepatu dan tas ransel untuk membawa keperluannya. Duh.

Padahal, jika dia benar-benar murni, ia bisa dapat predikat orang wahabi aliran Najed yang patut ditiru oleh muslimin wahabi lainnya di muka bumi. Benar ingin murni atau marni sih tuh orang? [Pesantren API]

Pesantren API

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/09/wow-orang-wahabi-ini-tidak-mau-naik-mobil-karena-bidah.html

Pesantren API

Menyajikan informasi secara lugas dan berimbang, disertai data-data yang akurat dan terpercaya.


EmoticonEmoticon

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Pesantren API sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Pesantren API. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Pesantren API dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock