Monday, April 24, 2017

Gus Dur Dilecehkan Lagi, Warga NU Jabar Geram

Subang, Pesantren API. Setelah pelecehan terhadap almarhum KH Abdurrahman Wahid oleh Sutan Batoeghana, Anggota DPR RI Fraksi Demokrat dianggap selesai, warga NU di Jawa Barat kembali dibuat geram dengan kasus pelecehan serupa.

Kali ini pelecehan malah dilakukan oleh Kantor Wilayah (Kanwil) Kementrian Agama setempat.Seperti Batoegana, pelecehan terhadap Presiden RI ke-4 tersebut muncul di soal Ujian Akhir Semester (UAS) ganjil Madrasah Aliyah pada hari Rabu, tanggal 5 Desember 2012 yang tertuang dalam pilihan ganda nomor 33 oleh Kelompok Kerja Madrasah Aliyah (K2MA) Kanwil Kementrian Agama Jawa Barat.

Dalam soal tersebut terdapat pertanyaan yang menjerumuskan siswa, terkait sebab jatuhnya Gus Dur yang mengarah ke pilihan jawaban A, yakni kasus Bruneigate dan Buloggate.

Gus Dur Dilecehkan Lagi, Warga NU Jabar Geram (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Dur Dilecehkan Lagi, Warga NU Jabar Geram (Sumber Gambar : Nu Online)


Gus Dur Dilecehkan Lagi, Warga NU Jabar Geram

Keluarga Besar NU di Kabupaten Subang Jawa Barat yang meliputi elemen Gerakan Pemuda Ansor, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), dan Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kabupaten Subang Jawa Barat geram serta mengecam Kanwil Jawa Barat.

Pesantren API

Ketua GP Ansor Subang, Asep Alamsyah Heridinata mengatakan, pihaknya merasa dilecehkan dengan diterbitkannya soal UAS tersebut dan membuatnya sangat geram. Pasalnya, belum lama isu tersebut dilontarkan oleh salah seorang politisi Partai Demokrat, kejadian serupa muncul lagi.

Kami merasa dilecehkan dengan kejadian ini. Betapa tidak, setelah kemarin dilakukan oleh sutan batugana, dan sekarang dilakukan oleh kanwil jabar yang notabene kanwil jabar harus menyeksi terlebih dahulu. Ini ada motif apa? katanya kepada Pesantren API di Subang, Senin (10/12).

Pesantren API

Ketua Ikatan Pelajar NU Kabupaten Subang, Ahmad mengaku miris dengan kejadian ini. Saya sangat prihatin. Ini merupakan distorsi dan pembelokan sejarah. Apalagi ini dikonsumsi langsung oleh pelajar, katanya.

Redaktur : A. Khoirul Anam

Kontributor: Ade Mahmudin

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/41196/gus-dur-dilecehkan-lagi-warga-nu-jabar-geram

Pesantren API

Tuesday, February 7, 2017

Habib Lutfhi: Bela Negara Bukan Cuma Baris Berbaris

Majalengka, Pesantren API. Bela negara jangan dipahami sempit, sebatas soal baris berbaris. Tapi lebih dari itu, mencakup soal ketahanan pangan, penguatan ekonomi, sosial, budaya, dan aspek lainnya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Demikian hal itu ditegaskan oleh Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Hasyim bin Yahya, Rais Am Jamiyah Ahlut Thariqah al Mutabarah an Nahdiyah saat berkunjung ke Pondok Pesantren Al-Mizan Jatiwangi pada Senin (22/02).

Habib Lutfhi: Bela Negara Bukan Cuma Baris Berbaris (Sumber Gambar : Nu Online)
Habib Lutfhi: Bela Negara Bukan Cuma Baris Berbaris (Sumber Gambar : Nu Online)


Habib Lutfhi: Bela Negara Bukan Cuma Baris Berbaris

"Paham bela negara itu luas, bukan hanya baris berbaris. Selain soal kedaulatan NKRI, juga mencakup kesejahteraan bangsa," ungkap Habib Luthfi.

Pesantren API

Sebelumnya Habib Luthfi hadir di acara peringatan harlah ke-90 NU sekaligus peresmian kantor PCNU Majalengka.

Selain memberikan tausiyah, pada kesempatan itu, Mursyid Thoriqoh Sadziliyah yang disegani itu juga membaiat ribuan jamaah Nahdiyin yang memadati lokasi acara.

Sementara itu, KH Maman Imanulhaq, Wakil Ketua LDNU Pusat dalam sambutannya meminta Nahdiyyin jangan sampai mudah terprovokasi oleh isu-isu yang berkembang saat ini.

Pesantren API

"Kita harus mulai berfikir kritis terhadap masalah yang fundamental saja. Jangan sampai masyarakat terpengaruh dengan masalah yang remeh-temeh," ungkap Kiai Maman di Aula Kantor PCNU Majalengka.

Di hadapan Pengurus Cabang dan Wilayah NU dan ribuan Jamaah Nahdiyyin, KH Maman juga mengajak kepada warga Nahdliyin untuk memberdayakan diri dengan menggali potensi sosial-ekonomi keumatan warga Nahdliyin.

Rangkaian Acara Harlah ke-90 NU dan Peresmian Kantor PCNU Majalengka sendiri tampak berlangsung meriah. Sebelum acara puncak, pada pagi harinya ratusan pelajar dan ribuan warga Nahdiyyin tumpah ruah dalam gerak jalan santai dan Kirab Merah Putih yang menampilkan Paskibraka SMK Maarif NU Al-Mizan Jatiwangi. Red: Mukafi Niam

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/66026/habib-lutfhi-bela-negara-bukan-cuma-baris-berbaris

Pesantren API

Thursday, December 8, 2016

Kisah Kiai Syamsul Arifin Situbondo dan Kepercayaan Hari Nahas

Jember, Pesantren API. Suatu ketika, Kiai Syamsul Arifin, ayahanda Kiai Asad Syamsul Arifin, pendiri Pesantren Salafiyah Syafiiyah Sukorejo, Asembagus, Situbondo merenovasi masjid dengan melibatkan sejumlah santri dan warga sekitar. Ketika itu, sebagian mereka sedang berada di atap masjid untuk memasang genting. Tiba-tiba seorang warga yang sudah sepuh melintas di depan masjid dan memberi tahu kepada Kiai Syamsul Arifin yang tengah mengomando pembagunan kembali bahwa hari tersebut adalah hari nahas, sehingga disarankan untuk tidak merenovasi masjid ataumelakukan kegiatan apapun.

"Ayo turun, turun semua (yang di atap masjid). Sekarang hari nahas," seru Kiai Syamsul Arifin merespon saran si sepuh tersebut.

Kisah Kiai Syamsul Arifin Situbondo dan Kepercayaan Hari Nahas (Sumber Gambar : Nu Online)
Kisah Kiai Syamsul Arifin Situbondo dan Kepercayaan Hari Nahas (Sumber Gambar : Nu Online)


Kisah Kiai Syamsul Arifin Situbondo dan Kepercayaan Hari Nahas

Merekapun turun, dan orang tua itupun berlalu pergi. Setelah ia menjauh, Kiai Syamsul memerintahkan kepada mereka agar naik lagi ke atas masjid guna melanjutkan memasang genting.

"Ayo naik lagi. Sekarang hari nahasnya sudah pergi," tukasnya.

Pesantren API

Cerita tersebut diungkapkan Rais Syuriyah PCNU Jember, KH. Muhyiddin Abdusshomad saat mengisi pengajian Aswaja di halaman kantor NU Cabang Jember, Senin (22/8). Menurutnya, respon yang demikian itu mencerminkan kearifan seorang Kiai Syamsul Arifin dalam menyikapi tradisi atau budaya yang berkembang di masyarakat.

Pesantren API

"Jadi, menolak sesuatu, harus dengan cara yang baik. Dan menyampaikan sesuatu yang baik, apalagi, harus dengan cara yang baik pula. Tidak perlu dengan kekerasan atau kata-kata yang menyinggung perasaan orang lain. Itulah dakwah," jelasnya.

Penulis beberapa buku Aswaja itu juga menyinggung pola dakwah yang dilakukan Walisongo. Dikatakannya, bahwa Walisongo dalam menyampaikan dakwahnya sangat sejuk dan selalu bisa beradaptasi dengan tradisi lokal. Tradisi apapun, selama bisa dicari benang merahnya dengan ajaran Islam, maka Walisongo tetap mempertahankannya. Sedangkan bagi tradisi yang bertentangan dengan Islam, Walisongo perlahan-lahan menghapusnya dengan cara yang santun, tanpa perlu melukai perasaan masyarakat.

"Dakwah tidak perlu dengan kekerasan, kecuali sangat dan sangat terpaksa. Jangan sampai, karena ingin menyampakian kebenaran, semua dihancurkan. Bisa jadi, orang mungkin takut dan ikut, tapi belum tentu patuh. Dakwah yang menggunakan kekerasan akan menuai kekerasan yang lain," tuturnya.(Aryudi A Razaq/Zunus)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/70650/kisah-kiai-syamsul-arifin-situbondo-dan-kepercayaan-hari-nahas

Pesantren API

Monday, November 7, 2016

Anak Muda NU Teruskan Perjuangan Antikekerasan Gus Dur

Malang, Pesantren API. Sikap toleransi yang dibawa dan dicontohkan Gus Dur tidak lantas hilang karena kehilangan penggagasnya. Generasi muda pengagum Presiden RI ke-5 meneruskan perjuangannya dengan mengaji pemikiran-pemikiran Gus Dur.

Gerakan Gusdurian Muda (Garuda) membedah buku Dialog Peradaban yang mengisahkan dialektika antara Gus Dur dan Daisaku Ikeda di jalan Sunan Kalijaga, Malang, Jawa Timur, Rabu, (5/12).

Anak Muda NU Teruskan Perjuangan Antikekerasan Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
Anak Muda NU Teruskan Perjuangan Antikekerasan Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)


Anak Muda NU Teruskan Perjuangan Antikekerasan Gus Dur

Sementara itu, Wakil Lakpesdam Malang Mahphur membantah keras jika GARUDA dikaitkan dengan unsur politik. Sebagai salah satu pendiri GARUDA, ide awal terbentuknya kajian rutin akan pemikiran Gus Dur tak lain hanya ingin menghidupkan nilai-nilai yang dibawa Gus Dur.

Karena dengan itu kita bisa menapaktilasi perjalan Gus Dur. Gus Dur tidak pernah mati, terang Mahphur di forum bedah buku itu.

Pesantren API

Pesantren API

Gus Dur, menurutnya, sangat memahami agama-agama lain dengan sangat baik. Hal inilah yang membuat semua agama mengakui Gus Dur sebagai kaum intelektual dan sosok Kiai bijaksana. Karena, sikap bajik tolerasi itu sendiri tidak akan terlahir tanpa memahami detil agama yang ada di lingkungan kita.

Keseringan orang menggunakan klaim dengan pikiran negatif dalam memahami orang lain yang berbeda. Hal ini tidak pernah dilakukan Gus Dur ketika berhubungan dengan tokoh lain agama, jelas Mahphur.

Gus Dur melihat fakta sejarah ketika peradaban dibangun dengan kekerasan akan sangat bahaya dan merugikan bagi kedua Negara (Dijajah dan Menjajah). Pasalnya, ketika Negara yang dijajah akan terpinggirkan dan jauh dari kemajuan. Tak ketinggalan yang menjajah akan tak habis-habisnya mengalami kerugian ekonomi yang sangat besar, dan tentunya itu akan berimbas pada rakyat. (Diana Manzila/Alhafiz K)

Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/48621/anak-muda-nu-teruskan-perjuangan-antikekerasan-gus-dur

Pesantren API

Sunday, October 16, 2016

Bantahan Kepada Yang Mengkafirkan Orang Tua Nabi

Pesantren API - Orang-orang yang katanya paling beriman dan paling mengikuti sunnah, memang tidak bisa menjaga lidah dari ucapan mengkafirkan orang sembarangan tanpa pilih kasih, bahkan mudah saja mengatakan ayah ibu Rasulullah adalah kafir/musyrik dg dasar Hadits riwayat Muslim:

Bantahan Kepada Yang Mengkafirkan Orang Tua Nabi - Pesantren API
Bantahan Kepada Yang Mengkafirkan Orang Tua Nabi - Pesantren API


Bantahan Kepada Yang Mengkafirkan Orang Tua Nabi

حدثنا يحيى بن أيوب ومحمد بن عبادواللفظ ليحيى قالا حدثنامروان بنمعاوية عن يزيد يعني بن كيسان عن أبي حازم عن أبي هريرة قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم استأذنت ربي أن أستغفر لأمي فلم يأذن لي واستأذنته أن أزور قبرها فأذنلي

Bantahan Kepada Yang Mengkafirkan Orang Tua Nabi - Pesantren API
Bantahan Kepada Yang Mengkafirkan Orang Tua Nabi - Pesantren API


Bantahan Kepada Yang Mengkafirkan Orang Tua Nabi



Bantahan Kepada Yang Mengkafirkan Orang Tua Nabi - Pesantren API
Bantahan Kepada Yang Mengkafirkan Orang Tua Nabi - Pesantren API


Bantahan Kepada Yang Mengkafirkan Orang Tua Nabi

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Aku meminta izin kepada Tuhanku untuk memohonkan ampun untuk ibuku maka Dia tak mengizinkanku, kemudian aku minta izin untuk menziarahi kuburnya maka Dia mengizinkan aku. (HR. Muslim 976).

Mendengar hadits ini, maka kita jangan tergesa-gesa megatakan bahwa ibu Rasulullah shallallahu alaihi wasallam adalah kafir. Wal ‘iyadzubillah.

Harus kita teliti dulu pendapat para ulama tentang pemahaman hadits itu sebenarnya bagaimana.

Mari kita dengar apa kata Imam Suyuthi, penutup amirul mukminin fil hadits:

"Adapun hadits tersebut maka tidak mesti diambil daripadanya hukum kafir berdasarkan dalil bahwasanya Nabi shallallahu alaihi wa sallam juga ketika di awal-awal Islam dilarang untuk menyolatkan dan mengistighfarkan orang mukmin yang ada hutangnya tapi belum dilunaskan karena istighfar Nabi shallallahu alaihi wa sallam akan dijawab Allah dengan segera, maka siapa yang di istighfarkan Rasul di belakang doanya akan sampailah kepada derajat yang mulia di surga, sementara orang yang berhutang itu tertahan pada maqomnya sampai dilunaskan hutangnya sebagaimana yang ada dalam hadits (jiwa setiap mukmin terkatung dengan hutangnya sampai hutangnya itu dilunaskan).

Maka seperti itu pulalah ibu Nabi alaiha salam bersamaan dengan posisinya sebagi seorang wanita yang tak pernah menyembah berhala, maka beliau pun tertahan dari surga di dalam barzakh karena ada sesuatu yang lain diluar kufur." (Lihat At-Ta’zhim wal Minnah Suyuthi, hlm. 29).

Tidak-kah mereka pertimbangkan ayat Allah: “sesungguhnya orang2 musyrik adalah najis” (QS. At-Taubah: 28).

Kata 'kafir' itu tentu sangat menyakiti Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Bagaimana mungkin seorang Rasulullah yang suci dilahirkan dari pada orang-orang yang beraqidahkan najis atau dilahirkan dari daging dan darah yang najis. La haulun wa la quwwatun illa billah.

Lihatlah sabda Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam:

;إن الله اصطفاني من ولد إبراهيم إسماعيل واصطفى من ولد إسماعيل كنانة واصطفى من كنانة قريشا واصطفى من قريش بني هاشم واصطفاني من بني هاشم

Artinya: Sesungguhnya Allah mensucikan daripada anak-anak Ibrahim: Ismail, mensucikan daripada anak-anak Ismail: Kinanah, mensucikan daripada Kinanah Quraisy, dan mensucikan daripada Quraisy: Bani Hasyim, dan Allah mensucikan aku daripada BaniHasyim. (Hadits riwayat Muslim)

Cobalah pikir pakai otak, jangan pakai dengkul, apakah mungkin Allah mensucikan mereka, dari generasi ke generasi, sementara mereka adalah orang-orang kafir? Dan kemudian apakah kalian lupa dengan firman Allah:

إِنَّمَا يريدُ اللَّه لِيُذْهِب عَنْكُم الرِّجْس أَهْلَ الْبَيْت وَيطَهِّرَكُم تَطْهِيراً

Artinya: "Sesungguhnya Allah hanya ingin menghilangkan najis dari ahlul baitmu dan mensucikan mu dengan sesuci-sucinya."

Inilah kesalahan para pembenci keturunan Rasulullah. Mereka tidak pernah melihat dalil-dalil lain yang lebih kuat dan lebih qoth’i. Cara mereka sangat tekstual dalam memahami nash ditambah pula tak mau melihat dan menggabungkan dalil-dalil lain yang ada.

Maka hancurlah istimbath mereka dalam segala bidang, baik fiqih, tauhid maupun tasawuf. Inilah yang menjadi sebab kenapa mereka mengharamkan isbal, pembangunan kubur, pemahaman tentang makna bid’ah dan banyak lagi.

Dalam sebuah kisah Imam Al-Qodhi Abu Bakar ibnu Al-Arabi salah seorang ulama muhaqqiqin besar Malikiyah, pernah ditanya tentang adanya orang yang mengatakan orang tua Nabi shallallahu alaihi wa sallam di neraka.

Apa jawab Ibnu Al-Arobi? Beliau mengatakan: "TerlaknatLah orangyang mengatakan orang tua Nabi di neraka karena Allah Ta’ala berfirman:

إِنَّ الَّذِينَ يُؤْذُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ لَعَنَهُمُاللَّهُ فِي الدُّنْيَا وَالْآَخِرَةِ وَأَعَدَّ لَهُمْعَذَابًا مُهِينًا .

Artinya: "Sesungguhnya orang-orang yang menyakiti Allah dan Rasulul-Nya, Allah melaknat mereka di dunia dan akhirat dan Allah menyiapkan kepada mereka adzab yang hina". (QS. Al-Ahzab 57).

Yang kedua, mereka yang menyatakan orang tua Nabi masuk neraka berdalil dari hadits riwayat Imam Muslim dari Hammad:

أَنَّ رَجُلًا قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيْنَ أَبِي قَالَ فِي النَّارِ فَلَمَّا قَفَّى دَعَاهُ فَقَالَ إِنَّ أَبِي وَأَبَاكَ فِي النَّارِ

Artinya: Bahwasanya seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah "Ya, Rasulullah, di mana keberadaan ayahku?" Rasulullah menjawab: "dia di neraka". Maka, ketika orang tersebut hendak beranjak, Rasulullah memanggilnya seraya berkata, "sesungguhnya ayahku dan ayahmu di neraka".

Imam Suyuthi menerangkan bahwa Hammad perowi hadits di atas diragukan oleh para ahli hadits dan hanya diriwayatkan oleh Imam Muslim. Padahal, banyak riwayat lain yang lebih kuat darinya seperti riwayat Ma’mar dari Anas, al-Baihaqi dari Sa’ad bin Abi Waqosh:

“اِنَّ اَعْرَابِيًّا قَالَ لِرَسُوْلِ الله اَيْنَ اَبِي قَالَ فِي النَّارِ قَالَ فَأَيْنَ اَبُوْكَ قَالَ حَيْثُمَا مَرَرْتَ بِقَبْرِ كَافِرٍ فَبَشِّّرْهُ بِالنَّارِ”

Artinya: Sesungguhnya A’robi berkata kepada Rasulullah SAW "dimana ayahku? Rasulullah SAW menjawab: "dia di neraka", si A’robi pun bertanya kembali "di mana Ayahmu?", Rasulullah pun menjawab, "sekiranya kamu melewati kuburan orang kafir, maka berilah kabar gembira dengan neraka".

Riwayat di atas tanpa menyebutkan ayah Nabi di neraka. Ma’mar dan Baihaqi disepakati oleh ahli hadits lebih kuat dari Hammad, sehingga riwayat Ma’mar dan Baihaqi harus didahulukan dari riwayat Hammad.

Dalil mereka yang lain adalah hadits yang berbunyi:

لَيْتَ شِعْرِي مَا فَعَلَ أَبَوَايَ

Artinya: Demi Allah, bagaimana keadaan orang tuaku?

Kemudian turun ayat yang berbunyi:

{ إِنَّا أَرْسَلْنَاكَ بِالْحَقِّ بَشِيْراً وَنَذِيْراً وَلَا تُسْأَلُ عَنْ أَصْحَابِ الْجَحِيْم }

Artinya: Sesungguhnya Kami telah mengutusmu (Muhammad) dengan kebenaran, sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan, dan kamu tidak akan diminta (pertanggungan jawab) tentang penghuni-penghuni neraka.

Jika mau meneliti, ayat itu tidak tepat untuk kedua orang tua Nabi karena ayat sebelum dan sesudahnya berkaitan dengan ahlul kitab, yaitu:

يَا بَنِي إِسْرَائِيلَ اذْكُرُوا نِعْمَتِيَ الَّتِي أَنْعَمْتُ عَلَيْكُمْ وَأَوْفُوا بِعَهْدِي أُوفِ بِعَهْدِكُمْ وَإِيَّايَ فَارْهَبُونِ

Artinya: Hai Bani Israil, ingatlah akan nikmat-Ku yang telah Aku anugerahkan kepadamu, dan penuhilah janjimu kepada-Ku, niscaya Aku penuhi janji-Ku kepadamu; dan hanya kepada-Ku-lah kamu harus takut (tunduk) (Q.S. al-Baqarah: 40), sampai ayat 129:

وَإِذِ ابْتَلَى إِبْرَاهِيمَ رَبُّهُ بِكَلِمَاتٍ فَأَتَمَّهُنَّ قَالَ إِنِّي جَاعِلُكَ لِلنَّاسِ إِمَامًا قَالَ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي قَالَ لَا يَنَالُ عَهْدِي الظَّالِمِينَ

Semua ayat-ayat itu menceritakan ahli kitab (Yahudi). Bantahan di atas juga diperkuat dengan firman Allah SWT:

وَمَا كُنَّا مُعَذِّبِينَ حَتَّى نَبْعَثَ رَسُولًا

Artinya: “Dan Kami tidak akan meng’azab sebelum Kami mengutus seorang rasul.”

Kedua orang tua Nabi wafat pada masa fatroh (kekosongan dari seorang Nabi/Rosul). Berarti keduanya dinyatakan selamat.

Imam Fakhrurrozi menyatakan bahwa semua orang tua para Nabi muslim. Dengan dasar Al-Qur’an surat As-Syu’ara’ ayat 218-219, yang berbunyi:

الَّذِي يَرَاكَ حِينَ تَقُومُ * وَتَقَلُّبَكَ فِي السَّاجِدِينَ

Artinya: Yang melihat kamu ketika kamu berdiri (untuk sembahyang), dan (melihat pula) perobahan gerak badanmu di antara orang-orang yang sujud.

Sebagian ulama menafsiri ayat di atas bahwa cahaya Nabi berpindah dari orang yang ahli sujud (muslim) ke orang yang ahli sujud lainnya.

Adapun Azar yang secara jelas mati kafir, sebagian ulama menyatakan bukanlah bapak Nabi Ibrahim yang sebenarnya tetapi dia adalah bapak asuhnya yang juga pamannya.

Hadits Nabi SAW bersabda:

قال رسول الله (( لم ازل انقل من اصلاب الطاهرين الى ارحام الطاهرات ))

Artinya: Aku (Muhammad SAW) selalu berpindah dari sulbi-sulbi laki-laki yang suci menuju rahim-rahim perempuan yang suci pula.

Jelas sekali Rasulullah SAW menyatakan bahwa kakek dan nenek moyang beliau adalah orang-orang yang suci bukan orang-orang musyrik karena mereka dinyatakan najis dalam Al-Qur’an. Allah SWT berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا إِنَّمَا الْمُشْرِكُونَ نَجَسٌ

Artinya: Hai orang-orang yang beriman, Sesungguhnya orang-orang yang musyrik itu najis. (QS. At-Taubah: 28).

Nama ayah Nabi Abdullah, cukup membuktikan bahwa beliau beriman kepada Allah bukan penyembah berhala. Jika anda ingin mengetahui lebih banyak, maka bacalah kitab ‘Masaliku al-Hunafa fi Waalidai al-Musthafa” karangan Imam Suyuthi.

Syubhat yang ditujukan kaum wahabi yang pelaknat orangtua Nabi kepada kaum Ahlussunnah adalah tentang apakah kedua orang tua Rasulullah muslim atau tidak adalah tiadanya dasar hadits yang dapat dipertanggungjawabkan, termasuk salah satunya adalah hadits ini:

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا قَالَتْ: حَجَّ بِنَا رَسُوْلُ اللهِ حَجَّةَ الْوَدَاعِ فَمَرَّ بِي عَلَى عَقَبَةِ الْحَجُوْنِ وَهُوَ بَاكٍ حَزِيْنٌ مُغْتَمٌّ فَنَزَلَ فَمَكَثَ عَنِّي طَوِيْلاً ثُمَّ عَادَ إِلَيَّ وَهُوَ فَرِحٌ فَتَبَسَّمَ فَقُلْتُ لَهُ فَقَالَ: ذَهَبْتُ إِلَى قَبْرِ أُمِّي فَسَأَلْتًُ اللهَ أَنْ يُحْيِيْهَا فَآمَنَتْ بِي وَرَدَّهَا اللهُ عَزَّ وَجَلَّ

Artinya: "Dari A’isyah rda. ia berkata: ‘Rasulullah bersama-sama kami melaksanakan haji wada’. Saat lewat di Aqabah Hajun bersamaku beliau menangis sedih dan susah, kemudian beliau turun dan tinggal beberapa lama, kemudian kembali kepadaku dalam keadaan gambira dan tersenyum, lalu aku katakan kepadanya dan beliau menjawab: ‘Aku pergi ke makam ibuku, lalu aku minta supaya Allah menghidupkannya kemudian ibuku beriman kepadaku dan Allah mengembalikannya lagi."

Hadits ini adalah dha‘if menurut Imam as-Suyuthi serta diriwayatkan oleh Ibnu Syahin dalam an-Nasikh wa al-Mansukh, meskipun oleh Ibnul Jauzi dikatakan maudhu’.

Al-Ajhuri mengatakan bahwa yang benar, hadits masyhur tentang dihidupkannya kembali kedua orang tua Rasulallah itu adalah termasuk hadits dha‘if, dan bukan maudhu’ ataupun shahih, sebagaimana ditegaskan oleh Ibnu Syahin, Ibnu Asakir, as-Suhaili dan Ibnu Nashir.

Al-Habib Abdullah Ba-Alawi dalam Is’ad ar-Rafiq syarah kitab Sullam at-Taufiq, mengatakan, "yang haq (pendapat yang benar untuk diikuti) sebagaimana yang di tahqiq-kan oleh Imam Fakhruddin ar-Razi, al-Hafizh Ibnu Hajar al-Asqalani, al-Hafizh as-Suyuthi dan lain-lain bahwa ayahanda (atau ayah leluhur) Rasulullah tidak ada yang berstatus kafir. Hal itu adalah sebagai bentuk penghormatan terhadap kedudukan nubuwwah. Begitu juga dengan ibunda (atau ibu leluhur) beliau, seperti halnya leluhur Rasulullah yang semuanya tidak ada yang kafir begitu juga leluhur para Nabi-Nabi lain. Adapun Azar yang di kenal sebagai ayahanda Nabi Ibrahim, sebenarnya adalah bukan ayah, tapi paman sebagaimana pendapat para ulama kita".

Menurut al-Bajuri dan Hasan al-Adawi hadits riwayat Aisyah di atas shahih menurut ahli hakikat, sebagaimana tertuang dalam syair-syair mereka:

أَيْقَنْتُ أَنَّ أَبَا النَّبِيِّ وَأُمَّهُ حَتَّى لَهُ شَهِدَا بِصِدْقِ رِسَالَةٍ هَذَا اْلحَدِيْثُ وَمَنْ يَقُوْلُ بِضُعْفِهِ أَحْيَاهُمَا الرَّبُّ الْكَرِيْمُ اْلبَارِي صِدْقٍ فَتِلْكَ كَرَامَةُ الْمُخْتَارِ فَهُوَ الضَّعِيْفُ عَنِ الْحَقِيْقَةِ عَارِي

Artinya: Aku meyakini bahwa ayah dan ibu Nabi dihidupkan kembali oleh Allah Yang Maha Pencipta dan Maha Mulia. Hingga mereka berdua bersyahadat akan kebenaran risalah yang benar. Maka itu adalah suatu kehormatan bagi Rasulullah. Hadits tentang ini dan yang mengatakan dha‘if adalah orang yang dha‘if sendiri dan tidak tahu hakikat sebenarnya.

Asy-Sya'rani mengatakan, bahwa Imam as-Suyuthi banyak menulis kitab yang berkenaan dengan status orang tua Nabi yang selamat dari siksa neraka, termasuk satu risalah yang ditulis dalam Al-Hawi lil Fatawi. Dan di antara yang menyutujui hadits tersebut (tidak menyebut maudhu’ seperti penilaian al-Hafizh Ibnul Jauzi) adalah al-Khathib al-Baghdadi, Ibnu ‘Asakir, Ibnu Syahin, as-Suhaili, al-Qurthubi, ath-Thabari, Ibnu Munayyir, Ibnu Nashiruddin, Ibnu Sayyid an-Nas dan ash-Shafadi.

Kemudian akhir dari kesimpulan pendapat-pendapat ulama dalam lingkungan Ahlussunah adalah, orang tua Nabi Muhammad termasuk orang-orang yang selamat dari neraka, dengan alasan, 1). Hadits di atas dapat diterima, karena meskipun dha‘if secara ilmu riwayat atau musthalah, tapi shahih secara kasyf. Adapun penilaian maudhu’ Ibnul Jauzi tidak dibenarkan ulama. 2). Orangtua Nabi termasuk ahli fatrah (hidup masa kekosongan utusan yang menyampaikan risalah).

Maka, jagalah lidah Anda jika tidak ingin disebut menyakiti Rasulullah. [Pesantren API]

Dari : http://www.dutaislam.com/2015/11/bantahan-kepada-yang-mengkafirkan-orang.html

Tuesday, September 13, 2016

Konjen RI Jeddah Kunjungi Asrama Santri Indonesia

Makkah, Pesantren API. Konjen RI Jeddah Dharmakirty Syailendra Putra melakukan kunjungan ke Asrama Santri Rubath Al-Jawy yang terletak di distrik Misfalah Kota Makkah, Kamis (31/7) waktu setempat. Kunjungan ini merupakan agenda tahunan KJRI Jeddah seusai hari raya Idul Fitri.

Turut serta dalam rombongan Konjen, Syarif Syahabuddin (Fungsi Pelaksana Pensosbud KJRI Jeddah), Moehammad Amar Maruf (Pelaksana Fungsi Ekonomi KJRI Jeddah). Rombongan ini mengawali silaturrahim dengan mengunjungi ulama kota Makkah yang antara lain Sayyid Abbas bin Alawy Al-Maliky, Syekh Muhammad Ismail Zein, Syekh Ali Jabir. Kemudian rombongan melanjutkan kunjungan ke Asrama Santri yang populer di Kota Mekkah Rubath Al-Jawy

Konjen RI Jeddah Kunjungi Asrama Santri Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Konjen RI Jeddah Kunjungi Asrama Santri Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)


Konjen RI Jeddah Kunjungi Asrama Santri Indonesia

Rubath adalah pemondokan yang ditinggali santri dari Indonesia di Mekkah mereka selain bersekolah di Madrasah juga menimba ilmu di Majelis-Majelis Taklim yang diselenggarakan alim ulama Kota Mekkah

Pesantren API

Kunjungan Konjen RI kali ini didampingi DR Fahmi yang merupakan senior Santri asal Indonesia di Mekkah. Dalam ramah-tamah yang berlangsung hangat, Konjen RI mengawali dengan ucapan selamat idul fitri kepada para santri, selain menjadi momentum silaturrahim Konjen RI memberikan motivasi kepada para santri .

Pendahulu-pendahulu kalian datang ke Kota Mekkah selain untuk berhaji juga menuntut ilmu yang kemudian dikontribusikan untuk pengembangan sumber daya manusia di Indonesia, katanya.

Pesantren API

Konjen RI sempat menyinggung sejarah santri Indonesia di Kota Mekkah yang pernah mengalami masa emas di era kekhalifahan Turki Usmani di mana ketika itu. Kota Mekkah sebagai laboratorium pendidikan mampu mencetak kader-kader ulama terbaik yang berkontribusi besar bagi bangsa Indonesia.

Tentu sekarang menjadi tugas kalian melanjutkan perjuangan yang telah dirintis pendahulu-pendahulu kita, tutur Konjen memotivasi.

Kalian di sini tidak sendiri, kita dari pihak KJRI adalah pengganti orang tua kalian di sini yang dengan senang hati akan membantu dan bekerjasama demi kelancaran belajar kalian di Kota Mekkah ini, ujar Konjen di penghujung silaturrahim. (Ahmad Thobib/Anam)

Dari (Internasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/53600/konjen-ri-jeddah-kunjungi-asrama-santri-indonesia

Pesantren API

Thursday, August 25, 2016

Inilah Daftar Rumah Sakit yang Menggunakan Vaksin Palsu

Pesantren API - Menteri Kesehatan Nila F Moeloek akhirnya menepati janji mengumumkan nama-nama rumah sakit (RS) pengguna vaksin palsu yang kasusnya ditangani oleh Bareskrim Polri.

Didampingi oleh Kabareskrim Polri Irjen Ari Dono, Menteri Nila membacakan satu persatu nama RS yang dipastikan menggunakan vaksin palsu. Daftar ini sudah terkonfirmasi dari Bareskrim.

"Ini daftar empat belas rumah sakit yang menggunakan vaksin palsu," kata Menteri Nila, dalam rapat yang dihadiri jajaran BPOM RI, Biofarma dan stake holder terkait, Kamis (14/7/2016). Berikut daftar RS, sales penyalur beserta modusnya:

1. Dr sander Cikarang

Sales Juanda (CV Azka Medika)

Modus operandi tersangka mengajukan penawaran harga vaksin via email terhadap pihak RS dan disetujui direktur RS.

2. Bhakti Husada terminal Cikarang

Sales Juanda (CV Azka Medika)

Modus operandi tersangka mengajukan penawaran harga vaksin via email terhadap pihak RS dan disetujui direktur RS.

3. Sentral Medika

Jalan Industri Pasir Gembong

Sales Juanda (CV Azka Medika)

Modus operandi tersangka mengajukan penawaran harga vaksin ke bagian pengadaan barang terhadap pihak RS dan disetujui direktur RS.

4. RSIA Puspa Husada

Sales Juanda (CV Azka Medika)

Modus operandi tersangka mengajukan penawaran harga vaksin ke bagian pengadaan barang terhadap pihak RS dan disetujui direktur RS.

5. Karya Medika Tambun

Sales Juanda (CV Azka Medika)

Modus operandi tersangka mengajukan penawaran harga vaksin ke bagian pengadaan barang terhadap pihak RS dan disetujui direktur RS.

6. Kartika Husada Jl MT Haryono Setu Bekasi

Sales Juanda (CV Azka Medika)

Modus operandi tersangka mengajukan penawaran harga vaksin ke bagian pengadaan barang terhadap pihak RS dan disetujui direktur RS.

7. Sayang Bunda Pondok Ungu Bekasi

Sales Juanda (CV Azka Medika)

Tersangka mengajukan proposal penawaran harga vaksin terhadap pihak RS dan disetujui oleh direktur RS.

8. Multazam Bekasi

Sales Juanda (CV Azka Medika)

Tersangka mengajukan proposal penawaran harga vaksin terhadap pihak RS dan disetujui oleh direktur RS.

9. Permata Bekasi

Sales Juanda (CV Azka Medika)

Tersangka mengajukan proposal penawaran harga vaksin melalui CV Azka Medical. Kemudian dari bagian pengadaan mengajukan permohonan pengadaan kepada manajer purchasing yang kemudian dimintakan persetujuan kepada direktur RS sebelum dilakukan pemesanan obat atau vaksin.

‎10. RSIA Gizar Villa Mutiara Cikarang

Sales Juanda (CV Azka Medika)

Tersangka mengajukan penawaran harga vaksin ke bagian pengadaan barang pihak RS dan disetujui oleh direktur RS.

‎11. Harapan Bunda Kramat Jati Jakarta Timur

Sales M Syahrul

Tersangka menawarkan vaksin lewat perawat atas nama Irna (ditahan sebagai penyedia botol tersangka Rita dan Hidayat) kemudian Irna meminta tanda tangan dokter dan dimasukkan sebagai persediaan rumah sakit.

12. Elisabeth Narogong Bekasi

Sales Juanda (CV Azka Medika)

Tersangka mengajukan penawaran harga vaksin ke bagian pengadaan barang pihak rumah sakit dan disetujui oleh direktur rumah sakit.

13. Hosana Lippo Cikarang

Sales Juanda (Azka Medika)

Tersangka mengajukan penawaran harga vaksin ke bagian pengadaan barang pihak rumah sakit dan disetujui oleh direktur rumah sakit.

14. Hosana Bekasi Jalan Pramuka

Sales Juanda (CV Azka Medika)

Tersangka mengajukan penawaran harga vaksin ke bagian pengadaan barang pihak rumah sakit dan disetujui oleh direktur rumah sakit. 

Dari : http://www.dutaislam.com/2016/07/inilah-daftar-rumah-sakit-yang-menggunakan-vaksin-palsu.html

Saturday, August 13, 2016

Macam-Macam yang Dituduhkan Gus Dur dan Fakta Terbalik

Pesantren API - Gus Dur itu sekuler? Ya. Benar. Gus Dur itu sekuler. Saking sekulernya, waktu beliau menjadi presiden, selama bulan Ramadhan semua siswa diliburkan supaya bisa beribadah dengan tenang.

Macam-Macam yang Dituduhkan Gus Dur dan Fakta Terbalik - Pesantren API
Macam-Macam yang Dituduhkan Gus Dur dan Fakta Terbalik - Pesantren API


Macam-Macam yang Dituduhkan Gus Dur dan Fakta Terbalik

Gus Dur itu antek Zionist? Ya. Benar. Gus Dur itu antek Zionis. Jaman Ehud Barak menjadi Perdana Menteri Israel, Gus Dur pernah berkunjung ke sana. Pak Ehud bertanya, bagaimana cara menghentikan perlawanan rakyat Palestina, maka Gus Dur menjawab dengan lantang, “Gampang sekali. Beri kemerdekaan rakyat Palestina sekarang juga”. Pak Ehud terhenyak dengan muka merah padam.

Macam-Macam yang Dituduhkan Gus Dur dan Fakta Terbalik - Pesantren API
Macam-Macam yang Dituduhkan Gus Dur dan Fakta Terbalik - Pesantren API


Macam-Macam yang Dituduhkan Gus Dur dan Fakta Terbalik

Gus Dur itu antek Amerika? Ya. Benar. Gus Dur itu antek Amerika. Saking setianya dengan Amerika, sesaat setelah beliau dilantik menjadi presiden, beliau langsung kerkunjung kemana? Ke China! Setelah itu ke mana? Ke India. Kemudian ke mana lagi? Ke Timur Tengah. Lalu ke mana? Ke Eropa, dan terakhir baru ke Amerika. Puas?

Gus Dur itu sesat? Ya. Benar. Gus Dur itu sesat. Saking sesatnya, dikisahkan dalam berbagai perjalanan, di saat semua orang tertidur pulas, beliau selalu menyempatkan waktu untuk nderes bacaan Al Quran bisa mencapai 5 juz dengan bacaan bilghoib (melantunkan bacaan Al Quran tanpa melihat teksnya).

Gus Dur itu liberal? Ya . Benar. Gus Dur itu liberal. Saking liberalnya, beliau bisa menjelaskan dengan sangat detail jika ditanya tentang dalil-dalil dari Quran, Hadits, Ijma’, dan ijtihad, serta tak ketinggalan aoul ulama besar atas semua pendapat dan tindakan beliau.

Gus Dur itu suka klenik. Ya. Benar. Gus Dur itu suka klenik. Saking sukanya beliau dengan klenik, maka banyak sekali makam wali yang terpendam dan dibuat hal yang tidak benar secara syariat, akan dikunjungi beliau. Kemudian makam itu diziarahi oleh kaum muslimin sehingga habislah praktek klenik dan praktek yang tidak dibenarkan tersebut, menjadi kunjungan ziarah yang dipenuhi dengan bacaan Kitab Suci Al Quran, shalawat dan dzikir.

Gus Dur itu tidak pro rakyat. Ya. Benar. Gus Dur itu tidak pro rakyat. Sehingga beliau di saat menjadi presiden menolak impor beras dari luar negeri, karena sangat tahu bahwa stok di dalam negeri sangat cukup. Impor hanya menguntungkan orang tertentu yang ikut tanda tangan, dan akan memukul harga di tingkat petani lokal.

Gus Dur itu tidak paham cara membangun negara. Ya. Benar. Saking gak fahamnya, beliau menolak campur tangan IMF dan menolak perintah untuk menjual aset-aset penting nasional seperti Indosat, Texmaco, dll dan menolak pencabutan subsidi pupuk bagi petani. Sehingga IMF menunda pengucuran bantuannya di masa pemerintahan beliau. Owh iya, beliau mau menego ulang keberadaan dan bagi hasil dengan Freeport.

Gus Dur itu penganut Syi’ah. Ya. Benar. Saking setianya, beliau begitu mengidolakan Sayyidina Abu Bakar, Sayyidina Umar, dan Sayyidina Utsman. Juga begitu mengagumi sosok wanita mulia Siti Aisyah, dan Siti Hafshoh. Beliau juga sangat menguasai madzhab Syafi’i. Menguasai Kitab Hikam dengan sangat baik, dan berbagai kitab ulama Aswaja, dan hampir tidak pernah mengutip nash dari Kitab-kitab Syi’ah sebagai rujukannya.

Gus Dur itu Komunis. Ya. Benar. Gus Dur itu Komunis. Saking Komunisnya, Gus Dur sangat terbuka dengan pihak mana pun yang hendak turut membangun bangsa ini. Beliau malah membuka keran demokrasi seluas-luasanya sehingga siapapun boleh mengungkapkan pendapatnya dengan bebas. Beliau membubarkan Departemen Penerangan yang dianggap hanya jadi corong legitimasi pemerintah. Bahkan organisasi masyarakat tidak dibatasi, baik berbasis agama, sosial, politik, ekonomi, kesukuan, dll.

Gus Dur itu buta hatinya. Ya. Benar. Gus Dur itu buta hatinya. Saking buta hatinya, dimana pun beliau berada, akan disambut dengan gegap gempita oleh seluruh lapisan masyarakat, yang mengagumi kejernihan hati beliau. Berbondong-bondong masyarakat dari berbagai kalangan dari masyarakat biasa hingga ulama untuk mencium tangan beliau.

Ketika beliau wafat, terlalu banyak orang yang sangat kehilangan. Dan setelah itu, mereka menceritakan karomah-karomah beliau. Ulama besar pun menceritakan kehebatan Gus Dur dengan memberikan ciri-ciri kewalian yang ada di dalam beliau, tapi tidak berani manyatakan Gus Dur itu wali, dengan ketawadlukan bahwa yang tahu wali hanyalah wali.

Dan beberapa diantara para panutan umat dengan lugas menyatakan bahwa Gus Dur itu Wali. Gus Dur itu apa lagi ya? Silakan dilengkapi sendiri ya. [Pesantren API]

Dari : http://www.dutaislam.com/2015/12/macam-yang-dituduhkan-gus-dur.html

Wednesday, June 29, 2016

Jelang Muktamar, Kiai Aziz Masyhuri Siapkan Buku Aswaja NU

Jombang, Pesantren API. Salah seorang tokoh dokumentator perjalanan NU, KH Abdul Aziz Masyhuri telah menyiapkan buku yang secara khusus membahas definisi atau tarif Aswaja ala NU. Diharapkan buku ini bisa terbit jelang Muktamar NU 2015 di Jombang awal Agustus mendatang.

"Kita ingin memberikan kesan yang berbeda kepada peserta Muktamar ke 33 NU mendatang yang kebetulan Jombang sebagai tuan rumah," kata Kiai Aziz Masyhuri, Senin (9/2).

Jelang Muktamar, Kiai Aziz Masyhuri Siapkan Buku Aswaja NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Jelang Muktamar, Kiai Aziz Masyhuri Siapkan Buku Aswaja NU (Sumber Gambar : Nu Online)


Jelang Muktamar, Kiai Aziz Masyhuri Siapkan Buku Aswaja NU

Dalam pandangan Pengasuh Pondok Pesantren Al-Aziziyyah Denanyar Jombang Jawa Timur ini, buku yang melibatkan beberapa penulis muda tersebut akan memberikan tarif atau definisi Aswaja An-Nadliyah secara akademis. "Tidak hanya klaim, namun akan dicari bukti otentik pengambilan keputusannya," katanya.

Pesantren API

Sehingga lanjutnya, kalau selama ini Aswaja An-Nahdliyah menyatakan bahwa dalam fiqh serta tasawuf mengikuti pendapat sejumlah ulama, maka hal tersebut harus dapat dicari sumber kitab yang menyatakannya. "Tidak hanya menyatakan bahwa hal tersebut pendapat kiai tertentu," terangnya.

Karena selama ini, pandangan yang juga dijadikan bukti pembenar bagi Aswaja An-Nahdliyah adalah seperti yang pernah disampaikan oleh almarhum KH Achmad Siddiq. "Karena itu tugas tim ini adalah mencari kitab-kitab kuning yang bisa membenarkan pandangan beliau," katanya.

Mengapa hal ini mendesak untuk dilakukan, tambahnya, karena mulai banyak kalangan akademisi dan pengamat yang mempertanyakan apa dasar pengambilan keputusan sehingga NU menggunakan Aswaja sendiri.

Pesantren API

"Karakteristik Aswaja ala NU yang tasamuh, tawassuth, itidal, serta tawazun juga dipertanyakan banyak kalangan," ungkap kiai yang juga produktif menulis ini.

Kalau hanya untuk kalangan sendiri, lanjut Kiai Aziz, mungkin klaim seperti itu bisa dibenarkan. Namun ketika sejumlah kalangan khususnya akademisi dan pengamat mempersoalkan, maka hal itu harus dijawab secara ilmiah juga.

Bagi suami Hj Azizah Aziz Bisri Syansuri ini, hal tersebut merupakan tantangan yang harus dijawab generasi muda NU untuk membuat definisi atau tarif Aswaja NU yang bisa dipertanggungjawabkan secara akademis kepada khalayak.

Tim penyusun buku definisi Aswaja An-Nahdliyah ini beranggotakan sejumlah anak muda yang rata-rata adalah ustadz senior di sejumlah pesantren serta para dosen di berbagai kampus.

"Draf serta cakupan pembahasan akan didiskusikan secara lebih intensif," kata Ustadz Yusuf Suharto, ketua tim penyusun buku.

Waktu yang tersisa untuk mengejar momentum Muktamar ke 33 NU agar bisa terbit memang lumayan singkat. "Namun kita akan upayakan merampungkan sesuai jadual yang disepakati," tandas alumnus Pascasarjana UIN Sunan Ampel Surabaya ini.

Dalam perkiraan Kiai Aziz Masyhuri, buku tersebut berjumlah 300 halaman yang tidak semata memberikan definisi soal Aswaja An-Nahdliyah, tetapi juga menjelaskan biografi serta sejarah yang melingkupi para ulama, tokoh fiqh, dan aqidah sehingga menjadi rujukan bagi warga NU. (Syaifullah/Fathoni)

Dari (Nasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/57558/jelang-muktamar-kiai-aziz-masyhuri-siapkan-buku-aswaja-nu

Tuesday, May 31, 2016

Ikhwanul Muslimin, Dari Pembubaran ke Pembubaran

Mesir, Pesantren API. Sebuah pengadilan di Mesir memerintahkan Ikhwanul Muslimin dibubarkan atau dilarang keberadaannya dan seluruh asetnya disita, sebagai kelanjutan dari tindakan keras oleh pemerintah yang didukung oleh militer pada pendukung presiden terguling Mohammad Morsi.

Keputusan yang dikeluarkan pada Senin, 23 September oleh Pengadilan Kairo melarang Ikhwanul Muslimin, dan institusi lain yang memiliki keterkaitan atau menerima dukungan finansial.

Ikhwanul Muslimin, Dari Pembubaran ke Pembubaran (Sumber Gambar : Nu Online)
Ikhwanul Muslimin, Dari Pembubaran ke Pembubaran (Sumber Gambar : Nu Online)


Ikhwanul Muslimin, Dari Pembubaran ke Pembubaran

Tidak ada kejelasan, apakah hal ini juga diaplikasikan untuk layanan amal dan sosial yang terkait dengan Ikhwanul Muslimin, termasuk sekolah dan rumah sakit.

Pesantren API

Pengadilan tidak mengungkapkan alasan keputusan tersebut, tapi dipicu oleh gugatan yang diajukan oleh sayap kiri Partai Progresif Persatuan Nasional, yang dikenal sebagai Tagammu, yang menuduh Ikhwanul Muslimin sebagai teroris dan mengeksploitasi agama sebagai slogan politik.

Penyitaan aset dan pelarangan organisasi terkait, akan melemahkan jaringan Ikhwanul Muslimin di akar rumput. Keputusan pengadilan tersebut masih bisa diajukan banding.

Pesantren API

Ikhwanul Muslimin dilarang dalam sebagian besar eksistensinya selama 85 tahun sebelum dilegalkan pada 2011 dan kemudian pada Maret 2013, didaftarkan sebagai non-governmental organization (NGO).

Organisasi ini didirikan oleh Hasan Al Banna pada 1925, pertama kali dilarang pada 1948 setelah kembali dari Palestina selama masa pemerintahan Raja Faruk.

Waktu itu, Ikhwanul Muslimin diperkirakan memiliki 2000 cabang dan 500 ribu anggota atau simpatisan.

Setelah menjalin kerjasama dengan kelompok penjabatan militer nasionalis pada 1952 untuk meruntuhkan monarki, bulan madu singkat berakhir pada 1954 ketika Ikhwanul Muslimin menentang konstitusi sekuler dari pemimpin kudeta.

Ikhwanul Muslimin, kembali dilarang dan waktu itu, ribuan anggotanya dipenjarakan, banyak diantaranya disiksa di penjara dan di kamp-kamp konsentrasi.

Penerus Nasser, Anwar Sadar, menjadi presiden Mesir pada 1970 dan secara bertahap membebaskan para anggota Ikhwanul Muslimin.

Organisasi ini ditoleransi sampai pada batas tertentu, tetapi secara teknis, tetapi illegal dan menjadi subyek penumpasan periodik, khususnya setelah penandatanganan, perjanjian perdamaian Mesir dengan Israel pada 1979.

Pada 1980-an, selama pemerintahan Husni Mubarak, banyak aktifis mahasiswa Islam bergabung dengan Ikhwanul Muslimin, yang membuat Ikhwanul Muslimin mendominasi asosiasi profesional dan mahasiswa di Mesir.

Selama sepuluh tahun selanjutnya, Ikhwanul Muslimin meminta diberlakukannya sistem politik yang lebih demokratis, meskipun menghadapi tindakan keras aparat keamanan sebagai kelompok dilarang selama era Mubarak.

Disamping larangannya pada 2013, Ikhwanul Muslimin mungkin memiliki anggota antara 300.000-1 juta, tetap sangat tidak populer diantara populasi Mesir lainnya yang berjumlah 85 juta. (onislam.net/mukafi niam)

Foto: Businessinsider.com

Dari (Internasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/47260/ikhwanul-muslimin-dari-pembubaran-ke-pembubaran

Pesantren API

Thursday, May 26, 2016

Rakyat Tunisia Kecewa dengan Demokrasi

Jakarta, Pesantren API. Rakyat Tunisia, yang memulai gerakan demokrasi pada Arab Spring tahun 2011 dengan menurunkan presiden yang otoriter saat ini sedang berusaha mencari stabilitas dan kehilangan kepercayaan atas demokrasi serta pemimpin yang mereka pilih, demikian menurut sebuah laporan yang dipublikasikan pada, Kamis (12/9).

Survey yang dipublikasikan oleh Pew Research Center menunjukkan penurunan secara dramatis dari tahun lalu dalam rating seluruh politisi utama, termasuk institusi pemerintah seperti parlemen dan pengadilan.

Rakyat Tunisia Kecewa dengan Demokrasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Rakyat Tunisia Kecewa dengan Demokrasi (Sumber Gambar : Nu Online)


Rakyat Tunisia Kecewa dengan Demokrasi

Namun demikian, rakyat Tunisia masih mendukung pengaruh agama dalam politik dan keberadaan partai politik yang berbasis agama.

Pesantren API

Rakyat Tunisia percaya bahwa prinsip Islam harus mempengaruhi sistem hukum dan para tokoh agama harus memiliki peran politik, kata laporan tersebut.

Pesantren API

Survey yang didasarkan pada wawancara langsung pada 1.000 orang ini dilakukan pada Maret, saat Tunisia dalam transisi demokrasi yang dramatis dengan munculnya deadlock antara pemerintah dan oposisi tentang ke arah mana negara ini akan dibawa.

Masalah ekonomi dan pembunuhan terhadap dua tokoh oposisi utama dalam lima bulan menjadi alasan kelompok oposisi bahwa partai Islam moderat Ennahda tak bisa menjalankan pemerintahan dan harus diganti.

Rating popularitas Ennahda telah turun 25 point tinggal 40 persen, menurut survey ini, tetapi masih lebih tinggi dibandingkan dengan partai oposisi lainnya.

Politisi dengan tingkat popularitas tertinggi adalah Hamada Jebali dengan angka 58 persen. Ia adalah sekretaris jenderal partai Ennahda Party. Popularitasnya juga menurun dari tahun lalu sebesar 66 persen.

Ennahda mungkin akan kehilangan posisi mayoritas di parlemen dalam pemilihan selanjutnya, tetapi menurut survey tersebut, partai tersebut masih akan memiliki kekuatan politik dominan di negara yang 59 persen penduduknya percaya bahwa hukum harus mengikuti nilai dan prinsip Islam.

Dengan populasi yang didominasi oleh kelas menengah dan terdidik, Tunisia sangat diharapkan memiliki kesempatan untuk berhasil dalam demokrasi.

Transisi yang sulit ini, telah menurunkan kepercayaan terhadap demokrasi. Pada 2012, sekitar 55 persen rakyat memilih untuk menggunakan sistem demokrasi dengan sejumlah instabilitas, dan jumlah tersebut menurun tinggal 38 persen pada 2013, dan saat ini 56 persen rakyat Tunisia menerima sebuah negara yang stabil meskipun tidak sepenuhnya demokratis.

Penurunan kepercayaan terhadap demokrasi paling tinggi terjadi diantara kelompok pendapatan menengah, yang mana hanya 48 persen dalam survey tahun ini percaya demokrasi merupakan pilihan terbaik, turun dari 66 persen pada tahun sebelumnya.

Untuk kelompok dengan pendapatan lebih tinggi atau lebih rendah, mayoritas masih percaya, demokrasi merupakan pilihan terbaik.

Tingkat kepercayaan masih tinggi dalam institusi seperti tentara dan polisi, tetapi hanya 42 peren yang melihat pengadilan dan serikata buruh memiliki pengaruh yang baik terhadap masyarakat, sementara anggota parlemen yang untuk pertama kalinya dipilih secara bebas hanya meraih kepercayaan 20 persen.

Secara ekonomi, mayoritas mengatakan kondisi mereka lebih buruk dibandingkan masa revolusi, dan hanya 50 persen yang percaya keadaan akan membaik, turun 75 persen dari tahun lalu.

Ditengah sikap pesimis ini, survey menemukan, sebagian besar rakyat Tunisia mendukung pilar-pilar utama demokrasi, meliputi pengadilan yang jujur, kebebasan memilih, kebebasan berekspresi dan kesetaraan jender.

Meskipun terdapat ketidakpuasan yang meluas dengan demokrasi, mayoritas rakyat Tunisia percaya akan pentingnya komponen demokrasi tersebut, kata laporan itu dengan margin error 4 persen ini. (AP/mukafi niam)

Foto: Reuters

Dari (Internasional) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/47036/rakyat-tunisia-kecewa-dengan-demokrasi

Saturday, April 23, 2016

PBNU Putuskan Puasa Rabu, 5 Oktober

Jakarta, Pesantren API. Berdasarkan hasil ruyah atau melihat bulan dengan mata telanjang yang dilakukan oleh Tim Lajnah Falakiyah NU (LFNU), tidak terlihat bulan di berbagai lokasi pengamatan. Karena itu PBNU melalui SK No. 213/B.II.03/10/2005 memutuskan bahwa puasa jatuh pada hari Rabu, 5 Oktober 2005. Ini berarti diadakan istikmal atau penyempurnaan bulan menjadi 30 hari.

Lokasi yang menjadi pengamatan LFNU untuk wilayah Jawa Timur pantai Nambangan Surabaya, Ujung Pangkah gresik, Bukit Condro Gresik, Pantai Amber Gresik, Pantai Awar-Awar Tuban, Menara Masjid Agung Surabaya, Pantai Sereng Blitar, Partai Prapat Tunggal Bawean, Pantai Meleman Lumajang, Tanjung Kodok Lamongan, Gili Ketapang Probolinggo.

Untuk wilayah Jawa Tengah, lokasi ruyah meliputi Pantai Marina Semarang, Pantai Kartini Jepara, Pantai Sloke Rembang, Batang, Cilacap, Pantai Parangkusumo. Daerah lainnya adalah Cakung dan Pelabuhan Ratu, Kupang, Riau, Pantai Kalianda Lampung dan Pantai Jatimalang Purworejo.

Dari 23 daerah yang diamati tersebut, hanya 3 lokasi dengan kondisi cerah, namun tidak bisa dilihat bulan yaitu Pantai Prapat Tunggal Bawean, Tanjung Kodok Lamongan dan Pelabuhan Ratu. Sisanya sebanyak 20 lokasi dalam keadaan mendung.

PBNU Putuskan Puasa Rabu, 5 Oktober (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Putuskan Puasa Rabu, 5 Oktober (Sumber Gambar : Nu Online)


PBNU Putuskan Puasa Rabu, 5 Oktober

Pengurus Lajnah Falakiyah NU yang dipimpin oleh KH Ghozalie Masroeri dari sore sudah melakukan koordinasi dengan daerah-daerah tersebut dan menerima laporan secara berurutan karena waktu maghrib dari masing-masing daerah tidak sama. Di Sumenep Madura, Maghrib hari ini jatuh pada pukul 17.24 sedangkan Banda Aceh pukul 18.38.

Hasil ruyah tim LFNU selain dilaporkan ke PBNU juga ke Pengadilan Agama setempat sedangkan PBNU juga menginformasikan temuan-temuannya kepada Departemen Agama untuk menjadi pertimbangan pemerintah dalam memutuskan awal puasa.

Kepada semua warga Nahdliyyin khususnya dan umat Islam pada umumnya, PBNU menyampaikan selamat menunaikan ibadah puasa Ramadhan 1426 dengan penuh keimanan, keyakinan dan menjadikan bulan suci Ramadhan ini sebagai momentum kerohanian untuk mensucikan diri dan meningkatkan ketaqwaannya dengan memperbanyak bacaan al Quran, dzikir, beribadan dan bertaubah kepada Allah SWT. semoga ibadah puasa kita diterima Allah Subhanahu wataala. Amin.(mkf)

Pesantren API

Pesantren API

Dari (Warta) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/3594/pbnu-putuskan-puasa-rabu-5-oktober

Pesantren API

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Pesantren API sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Pesantren API. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Pesantren API dengan nyaman.


Nonaktifkan Adblock