Tegal, Pesantren API. Ketua Majelis Dzikir Rijalul Ansor Gerakan Pemuda Ansor Jawa Tengah KH Zimam Hanifun Nufus menjelaskan, mengikuti ulama dan meneladaninya itu memiliki arti yang sangat penting. Ulama adalah jembatan untuk menjalankan ajaran Islam.
Menurutnya, menjalankan ritual ibadah itu tidak cukup jika hanya mengandalkan Quran dan Hadits saja, karena banyak aturan peribadatan dalam Islam yang tidak dijelaskan secara detail dalam Al-Quran maupun Hadits Nabi Muhammad SAW.
| Ulama, Jembatan Jalani Ajaran Islam (Sumber Gambar : Nu Online) |
Ulama, Jembatan Jalani Ajaran Islam
Hal tersebut disampaikannya dalam peringatan haul KH Miftah di Maqbaroh (pemakaman umum) Desa Kajen Kecamatan Talang Kabupaten Tegal Ahad (14/4) kemarin.Pesantren API
Contohnya seperti jumlah bilangan shalat fardlu tidak ada dalam Al-Quran. Ketika Rasulullah memerintahkan para Sahabat untuk melaksanakan sholat, beliau hanya mengatakan Shalatlah kalian seperti kalian melihat aku sholat.Tidak dijelaskan berapa jumlah rakaat sholat itu sendiri, padahal ummat Islam zaman sekarang tidak pernah mengalami atau melihat langsung shalatnya Nabi, sehingga dibutuhkan peran Ulama sebagai jembatan yang menuntun umat dalam menjalankan ibadah sesuai dengan apa yang dijalankan oleh Nabi.
Pesantren API
Kalau kita menjalankan ibadah hanya berdasarkan Quran dan Hadits saja, maka ibadah kita tidak sempurna, karena Quran itu hanya menjelaskan secara global saja, sehingga perlu peran ulama yang membimbing ummat dalam menjalankan ibadah sesuai dengan tuntunan Al-Quran dan Hadits Nabi, katanya.Secara turun temurun ketika kita mengikuti jejak ulama maka akan sampai kepada Nabi, karena Nabi memberikan pengetahuan kepada Sahabat, kemudian sahabat menjelaskan kepada Tabiin, Tabiin kepada tabiit tabiin, tabiit tabiin kepada para wali, dan para wali kepada para ulama yang selalu setia membimbing kita semua., terang santri kepercayaan Habib Luthfi yang akrab disapa Gus Nif ini.
Hadir dalam haul tersebut, Ketua PCNU kabupaten Tegal, H A. Wasari, KH Mohamad Yusuf dari Slawi, KH. Khusaini dari Talang, KH. Ali Ghufron dari Bojong. Hadir pula Dai kondang yang juga pengasuh Pondok Pesantren desa Luwungragi Kabupaten Brebes KH Subhan Mamun, juga Ketua Majelis Dzikir Rijalul Ansor Jawa Tengah, KH Zimam Hanifun Nufus.
Redaktur : A. Khoirul Anam
Kontributor: Abdul Muiz T.
Dari (Daerah) Nu Online: http://www.nu.or.id/post/read/43867/ulama-jembatan-jalani-ajaran-islam
Pesantren API

EmoticonEmoticon